Jokowi dan PM Singapura Bahas Rencana Ekspor Listrik Indonesia

DIGITALINDO - Rencana ekspor listrik ke Singapura menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan  Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana Bogor, Jawa Barat. Ia mengatakan, rencana perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura sedang digalakkan oleh para pemimpin kedua  negara.


“Rencana ekspor listrik ke Singapura akan terus digalakkan, termasuk investasi dalam mendukung industri hijau,” kata Jokowi dalam siaran pers bersama Lee yang disiarkan secara virtual, Senin (29 April 2024). 

 

Jokowi juga angkat bicara soal rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di ibu kota nusantara, Kalimantan Timur. 

 

Ia mengatakan sejauh ini sudah ada 29 perusahaan asal Singapura yang menyatakan minatnya berinvestasi di IKN. “Kami juga mengapresiasi antusiasme 29 perusahaan Singapura untuk berinvestasi di IKN. Kami berharap dapat mendukung pembangunan PLTS di IKN Nusantara,” kata Jokowi. 

 

Seperti diketahui, Indonesia dan Singapura  menjalin kerja sama  ekspor listrik ke Singapura. 
Hal ini ditandai dengan  penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng pada September 2023. 

 

Saat itu, Tan See Leng mengatakan Otoritas Energi Singapura telah menyetujui impor listrik rendah karbon sebesar 2 gigawatt (GW) dari Indonesia ke Singapura. “Kami dengan bangga mengumumkan bahwa EMA (Energy Market Authority of Singapore) telah menyetujui secara bersyarat  impor  listrik rendah karbon sebesar 2 GW dari Indonesia ke Singapura,” kata Keberlanjutan Indonesia yang diadakan di Park Hyatt Hotel (ISF) 2023. , Jakarta Pusat, Jumat lalu (8 September 2023). 

 

Ia mengatakan, ada lima perusahaan yang  mengekspor listrik ke negaranya. Bersama-sama, perusahaan-perusahaan ini akan memiliki kapasitas panel surya sekitar 11 gigawatt dan kapasitas  penyimpanan energi baterai sebesar 21 gigawatt di Indonesia. 

 

“Proyek-proyek ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya dan baterai terbesar di Indonesia, memenuhi kebutuhan energi Indonesia dan Singapura,” kata Tan See Leng.

Sumber : detik.com



Relate Topics

Butuh Bantuan? Hubungi Kami di

021 - 2867 - 4849

Hubungi Kami