Call Center 021 2867 4849

Kominfo: Penanggung Jawab Data Sim Card Masih Lakukan Investigasi

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan telah menggelar rapat koordinasi dengan pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, operator seluler, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cyber Crime Polri, dan Dirjen PPI terkait kebocoran data registrasi nomor ponsel dan kartu SIM.
 
“Dalam kesimpulannya tadi, tidak sama tapi ada beberapa yang memiliki kemiripan. Kami melakukan investigasi lebih dalam lagi, karena kadang-kadang hacker-hacker itu tidak menunjukan data secara lengkap, untuk mengetahui data siapa yang bocor dan cyber crime dari hasil investigasi ini akan ditindaklanjuti,” ujar Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan.
 
Berdasarkan investigasi saat ini, Semuel menyebut rata-rata data sampel yang hanya terdiri dari dua file ini dilaporkan kecocokan 15 hingga 20 persen dari salah satu operator seluler. Namun, Semuel menegaskan hal ini masih perlu investigasi lebih mendalam.

Sebagai informasi, pembocor memberikan tester sebesar 2.000.000 data dari 1,3 miliar data yang dikabarkan telah dihimpun peretas. Terkait dengan insiden ini, Kominfo dan pihak terkait menegaskan sepakat untuk melakukan investigasi lebih mendalam.
 
BSSN disebut akan membantu dukcapil operator untuk melakukan koordinasi lebih dalam, mengingat peretas diklaim Semuel kerap tidak memberikan data secara lengkap. Dengan demikian, investigasi ditegaskan ditujukan untuk mencari tahu sumber dari data yang mengalami kebocoran, serta cara melakukan mitigasi dan pengamanan.
 
Semuel memastikan pihak Kominfo tidak menyimpan data terkait registrasi kartu SIM, namun operator seluler hanya memberikan agregat dari pengguna seluler kepada pihaknya. Selain itu, Semuel juga menyebut bahwa insiden kebocoran data kali ini juga mengandung pelanggaran administratif dari penyedia.
 
Karenanya, sesuai dengan UU ITE setiap pengendali data wajib menjaga keamanan dan kerahasiaannya. Kominfo juga menegaskan bahwa penyelenggara sistem elektronik (PSE) dalam hal ini operator seluler harus memastikan dan memeriksa kembali bahwa celah kebocoran telah ditutup.
 
Kominfo akan membebankan sanksi administrasi pada PSE yang terbukti bersalah serta sanksi pidana kepada pihak pencuri dan pembocor data. Kominfo meminta pihak terkait dengan insiden ini untuk segera melaporkan kembali kepada pihaknya.
 
Sehingga, lanjut Semuel, dapat segera menginformasikan kembali kepada masyarakat jika menemukan kebocoran data agar masyarakat dapat melakukan antisipasi. Sebelumnya dilaporkan sebanyak 1.304.401.300 baris data dari data registrasi kartu SIM seluler, dengan total file sebesar 8,7 GB mengalami kebocoran.

 

Sumber : https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/DkqAVg4k-kominfo-penanggung-jawab-data-masih-lakukan-investigasi



Relate Topics